Perjalanan Menggapai Puncak Tertinggi North East Asia (Yushan 3952m)

Setelah sekian lama diidamkan, akhirnya tercapai juga keinginan untuk merasakan hiking di puncak tertinggi Taiwan. Rencana ini bermula dari tahun 2015, ketika keinginan hiking semakin memuncak, sementara Semeru yang merupakan atap pulau Jawa masih nun jauh di sana. mulai dari “training” di Snow Mountain / Xueshan melalui ZhiJiaYang trail, dilanjutkan dengan beberapa kali kembali ke XueShan untuk “mencari” salju, sampai merancang trip ke Yushan di musim salju (dan belum berhasil), akhirnya penantian tersebut berakhir tanggal 11 kemarin.

Yushan, yang merupakan gunung tertinggi di Taiwan, tertinggi di North East Asia (lebih tinggi dari Gunung Fuji), termasuk gunung di atas pulau tertinggi ke-4 di Dunia, merupakan puncak yang paling populer dan seakan “wajib” untuk didaki juga sudah menginjakkan kaki di Taiwan. Permasalah utama untuk bisa hiking di tempat ini bukan kendala teknis, tapi lebih dari cara mendapatkan ijin / simaksi. maklum dari 92 quota yang diijinkan naik tiap harinya, ada sekitar 2000-4000 orang yang mengantri untuk mendapatkan ijin tersebut, kecuali jika pendakian dilakukan di musim dingin / salju. nah untuk musim salju, tingkat kesulitannya menjadi “technical”, yang artinya butuh skill dan keahlian khusus untuk bisa mendakinya. akhir bulan maret lalu, ane dah coba, dan belum berhasil, berhubung waktu itu waktunya terlalu singkat, dan kita persiapannya kurang memadai.

Di bulan oktober, setelah mendapat “green light” dari istri untuk mendaki, ane pun segera memasang pengumuman untuk mencari teman hiking. Kali ini ane membidik quota “khusus” hiking Yushan, yakni hiking Tektok :D. ada tambahan 18 spots buat tektoker yang ga mau “ngantri” seperti 2000-4000 orang yang ane maksud tadi :). jika panjang rute Yushan dari Trailhead ke Puncak 11km, tektok jadinya 22km, plus 4km pp dari tempat menginap di Dongpu hostel.

ane cari temen di meetup, pasang pengumuman dengan prasyarat harus pernah nuntasin hiking di ketinggian 3000 mdpl. berhubung ini gunung sangat populer, ga sampe semalam quota dah penuh ;).
jadinya ane, bule Amrik, Ceko dan sepasang pasutri dari India yang lagi PHd di mari. wah ga main2, selain bule Ceko, mereka semua sudah nuntasin trip di himalaya (5000 mdpl ++) :O, ane ma bule Ceko masih di kisaran 3000-4000 aja. Jadinya ada kurang lebih 1 bulan 3 minggu sebelum hari-h, ane selesein paper2nya, sambil training persiapan untuk hiking.

Itinerary
h0: jam 8 kumpul di zhongli (tempat tinggal ane), berangkat ke Yushan National Park, Dongpu Hostel tempet nginap. makan siang, registrasi, istirahat.
h1: jam 1 bangun, sarapan, jam 2 berangkat, jam 6.30 sampai di Paiyun Lodge, jam 9 sampai puncak, jam 9.30 Turun Gunung, jam 3 sampai di hostel.

Hari H pun datang.
jam 8. Kumpul di Family Mart deket Train station, 8.05 bule Ceko nongol dulu, 10 menit kemudian pasangan India, 5 menit kemudian bule Amrik, kali ini jam karet orang Indo paling ontime :P, yang lain telat semua. siap berangkat ke Yushan National Park. berhubung weekend, jalan tol rada padat, kita akhirnya telat 1 jam dari jadwal awal, jam 14.30 sampai di Dongpu Hostel.
sesuai jadwal, kita checkin, lunch, registrasi ke Paiyun Station, sambil jalan-jalan ngeakrabin sama temen hiking, ane juga poto2 pemandangan sunset di Tatajia, terus makan malam, istirahat.

Hari hiking (karena dimulai malam hari, ga banyak ambil foto)
jam 1.00 kita bangun sesuai jadwal, cuci muka, ambil wudhu, siap2 tas, perlengkapan dsb, jam 1.15 siap sarapan. jam 1.50 kita berangkat meninggalkan hostel menuju trailhead.
jam 2.50 kita sampai di Trailhead (serius ini jauh banget trailheadnya :|). kita tanpa banyak buang waktu segera memasuki trailhead. dari jauh, sekitar 1 km sudah ada headlamp dari tim yang berangkat sebelum ane, denger2 sih mereka berangkat 1 jam lebih awal dari tim ane.
jam 3.40 sampai di Monroe Pavilion 1.7km, sambil tarik nafas, kita menikmati udara malam, dan tentunya milyaran bintang di atas kepala ane. setelah istirahat sebentar, bule Ceko mati headlampnya, sempet dicoba benerin, tapi gagal, akhirnya dia jalan tanpa headlamp, cuma ditemenin headlamp ane ma bule Amrik serta cahaya bulan, so romantis haha :O.
jam 4.30, kira-kira di km 3-4 kita sudah menyusul tim yang ane lihat di kejauhan tadi, mereka jalan pelan, dan ane lihat pada pake sepatu kota :|, ga niat hiking ni, busyet.
jam 4.40 sampai di pavilion km 5, istirahat sebentar, dari jauh puncak Yushan sudah mulai terlihat, kelihatan juga headlamp orang yang sudah deket dengan puncak (mereka tentunya bukan tektoker :D). ane pamit ninggalin grup, jalan cepat supaya ada jarak dengan tim, dan ane bisa sholat subuh tanpa mereka tungguin.
jam 5.10 sudah selesai sholat, dan ane nyusul tim, yang ketika ane sholat, mereka sudah melewati ane. jam 5.30 an, ane dah gabung lagi.
jam 7.00 sampai di km 8.5, Paiyun lodge, di sini ane sudah melihat tektokers dari grup yang berangkat jauuuh sebelum tim ane, mereka lagi istirahat sebelum lanjutin ke puncak.

ujian datang.
pertama pasangan India, istrinya mengeluh pusing, dan mual tanda kena altitude sickness, maklum kita ada di ketinggian 3.400 mdpl, dianya minta istirahat, ane saranin dia istirahat, dan ga boleh ikut muncak. kemudian bule Ceko ngeluhin hal yang sama, dianya malah lebih parah, betul2 mau muntah. akhirnya ane minta tolong petugas di lodge, sapa tahu ada obat buat sakit gunung, ams (accute mountain syndrome), jawab mereka, tunggu bentar lagi ada dokter, hah :O, ada dokter di tempat gini, sayangnya dianya lagi muncak, ane makin heran lagi. sambil nunggu dokter, kita istirahat, sarapan kedua, coba2 nanya petugas lodge, sapa tau boleh pinjam sleeping bag biar bisa dipake bule Ceko, yang katanya parah banget mualnya, sayangnya petugas ga ngebolehin, dianya cuma bilang, kalau sakit, tunggu dokter, terus bawa dia turun, jangan tidur di mari! ane udah kebayang hiking ini bakalan gagal, gara2 sakit gunung tim ane :(, tapi alhamdulillah ternyata 10 menit kemudian dokternya datang, fasih berbahasa inggris pula, horee!!! sambil diperiksa, ane baru ngeh, ternyata di Yushan, ada team volunteer dokter yang jaga tiap weekend, dan biasanya mereka sambil hiking juga, keren dah dokternya :). sambil diperiksa, pasangan India tiba2 bilang mau berangkat, istrinya sudah baikan, yeah! ane persilakan berangkat dulu, karena ane masih nemenin bule Ceko diperiksa (tanggung jawab team leader :D), ga lama kemudian bule Amrik minta ijin nyusul muncak. akhirnya tinggal ane ber 2, sambil ngobrol2 sama dokter, ternyata hari itu ada 20 an orang yang kena sakit gunung. kemudian di saat seperti ini, ane tanya dokter, dok, mau di sini apa turun gunung? dianya bilang turun, akhirnya ane minta tolong team volunteer dokternya buat escort turun bule Ceko, dianya OK. akhirnya ane bisa lanjut hiking dengan tenang.

jam 08.00 lanjut hiking, ane dah ketinggal 30 menit dari pasangan India, 15 menit dari bule Amrik. ane pun ngebut,…
sekuat apapun ane nyoba, di ketinggian ini, mudah banget ngos2an, tiap jalan beberapa langkah, kehabisan nafas, tapi ane tetep ngebut. sekitar jam 9 ane dah lihat bule Amrik, kesusul dah, terus ane lanjutin, kali ini pelan2 aja, soalnya sudah cape, dan sudah ada temennya hehe. tinggal 1 km aja dari puncak, ni fase paling sulit dari pendakian. sangat curam sekali kemiringan lerengnya, harus hati2, syukurnya di mari, sudah banyak terinstal pengaman berupa rantai-rantai permanen. jadinya tinggal atur nafas, tarik lagi, atur nafas.. tarik lagi, begitu seterusnya.

jam 9.45 ane dah ngelewatin pasangan India yang sudah kecapekan. tinggal dikit lagi.. ane kasih semangat, tinggal 200 meter aja. semakin curam, dan harus memakai rantai untuk membantu menarik tubuh.
jam 10.30, akhirnya… menapakkan kaki di titik tertinggi North East Asia, 3952m… worth it, capenya maknyus, terbayar dengan pemandangan terindah di mari. cuaca cerah. ritual foto2 dilakukan, sayangnya ternyata istri India tadi ga berani nerusin, dia mundur di 200m terakhir pas ane tinggal tadi, alasan dia ragu2 karena ga pernah exercise tubuh bagian atasnya, jadinya ga berani nerusin. wah sayang banget setelah 12 km 800 meter, dia nyerah di 200 m terakhir :(. jadinya cuma kita ber3 di puncak.

mountain stroller 5 on top of Yushan
mountain stroller 5 on top of Yushan

jam 11.00 turun gunung
jam 12.00 sampai di Paiyun Lodge, istirahat sholat makan. di mari bule Amrik mengeluh KO, minta istirahat. akhirnya pasangan India ane minta turun dulu, sekarang ane nemenin bule Amriknya.
jam 13.30 bule dah siap turun gunung, kita turun pelan2, sambil ngobrol ngalor ngidul, dianya humoris, cerita2 pacarnya, keluarganya, dan petualangan2nya menjelejah dunia. wah iri juga sebenernya si, apalagi cerita menyaksikan puncak2 gunung himalaya waktu sore, betul2 racun. 🙂
jam 17.00 sampai di trailhead. berhubung kita sudah kecapekan, akhirnya pake jasa shuttle bus kembali ke hostel
jam 17.45 akhirnya sampai di hostel, dan ternyata di mobil tadi, kita menyalip pasangan India (kasian jg mereka, maunya naik bus, tapi ga bisa bahasa china 😦 ).
jam 18.00 pulang balik ke Zhongli

catatan:
1. berhubung tektok aja, ijinnya lebih mudah timbang harus mengantri, dimari sistem perijinannya dilotre, dilakukan terbuka dan transparan loh gan, ane dah nyoba 1x aja, bis itu males :).
2. setelah dapat permit taman nasional, harus apply police permit, di deket Paiyun Station ada kantor polisi, di sana bisa apply.
3. mountain sickness ini penyakit yang lumrah muncul buat yang belum kebiasa naik gunung tinggi, cara ngatasinya harus naik perlahan, sayangnya kalau tektok, mau ga mau harus ngebut.
4. untuk nginep di dongbu hostel, harus booking jauh2 hari, di sana juga disediakan air panas, makan malam dan sarapan, disiapkan sesuai keinginan kita.

ane jadinya pengen balik ke gunung ini, ntar nyobain lagi pas musim salju :).

Galery

lunch at dongbu hostel
lunch at dongbu hostel
on the way to paiyun station for permit registration
on the way to paiyun station for permit registration
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka
moon
moon
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka

sea of cloud tatajia or tataka
sea of cloud tatajia or tataka

Yushan North Peak
Yushan North Peak

Yushan 3952m
Yushan 3952m
Yushan North Peak
Yushan North Peak
Napping on the Roof of Taiwan
Napping on the Roof of Taiwan
bonus paiyun lodge yang lagi penuh salju di bulan april kemarin
bonus paiyun lodge yang lagi penuh salju di bulan april kemarin

2016 Rare Snow on Top of Taipei Taiwan

Pada bulan january tanggal 23 “badai” dingin melanda Asia Timur, suhu menurun drastis hingga 3 derajat celcius di Taipei, paling rendah selama 44 tahun terakhir. Qixing Mountain (七星山) yang terletak di Taman Nasional YangMingShan (陽明山) sebagai gunung tertinggi di Taipei (1120m) mendapati salju pertamanya selama 10 tahun terakhir, dan menjadi salju paling lebat sepanjang sejarahnya (sejak pencatatan dilakukan pertamakali). Ane yang sudah lama punya keinginan untuk melihat salju, setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke HeHuanShan dan tidak mendapati salju, memutuskan untuk segera ke Taipei setelah mendengar kabar salju turun di YangMingShan. Alhamdulillah, setelah sekian lama dia lari, sekarang dia menghampiri :).

YangMingShan Snow
YangMingShan Snow

Continue reading “2016 Rare Snow on Top of Taipei Taiwan”

XueShan (Snow Mountain) Taiwan Winter Summit 2016-01-02

Masih berhubungan dengan post sebelumnya tentang hiking di Taiwan, karena masih penasaran dengan view XueShan (雪山/XuěShān) ketika cuaca cerah, ditambah harapan pengen maen salju di gunung dan looong wekend pas tahun baru 2016, akhirnya jadi juga summit ke-dua ane di gunung yang sama.

Menatap XueShan
Menatap XueShan

Pre-Hike:

Sebenernya rencana mendaki ini jauh lebih awal dari summit bulan oktober kemarin, malah hiking pertama tersebut ane jadikan training, supaya siap ketika hiking di musim dingin. Ane sudah siap-siap peralatan, termasuk crampon (gerigi yang dipakai di bawah sepatu untuk berjalan di atas es) dan yang paling penting mengurus permit 30 hari sebelum berangkat.

D1 -> Wuling Recreation Area -> Trailhead of Xue Mountain -> Qika Hut -> East Peak of Xue Mountain -> Sanliujiu Hut (369 Hut)
D2  -> Sanliujiu Hut (369 Hut) -> Black forest -> Bottom of Syueshan Glacial Cirques -> Main Peak of Xue Mountain -> Sanliujiu Hut (369 Hut) -> East Peak of Xue Mountain -> Qika Hut
D3-> Qika Hut -> Trailhead of Xue Mountain -> Return trip by car

Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, 30 hari sebelum ane sudah daftar dan masukin itinerary ke Sheipa (雪霸 / Xuě Bà) HQ, alhamdulillah ane sukses booking di Sanliujiu (369) Hut, artinya permit bisa segera keluar sesuai rencana.

Beberapa hari menjelang berangkat, ane rajin cek forecast berharap bakal turun salju, ternyata ramalan cuacanya tidak ada salju sama sekali, tapi plusnya, cuaca bakalan cerah. Crampon pun ditinggal, diganti dengan tripod biar bisa foto bintang di gunung. Continue reading “XueShan (Snow Mountain) Taiwan Winter Summit 2016-01-02”

XueShan Summit 3886 masl Journal

Bahasa Indonesia Version Click here

XueShan or Silvia mountain also known as Snow mountain is the second highest mountain in Taiwan, also in East Asia range, became my first target to hike in Taiwan. About the end of August, I started to look for hiking partner and finally got one about two weeks before my intended plan. To attain permit, I just need to book hut or shelter before other climbers do at Sheipa National Park Website.

Itinerary conflict

As mentioned above, I had to book the hut for main track to summit, which is Eastern Ridge trail. The trail itself is very popular, the closest and easiest path to summit XueShan. after preparing some document, I sent it to the official two weeks before the departure night, and got a reply in the morning (pretty quick though). The reply said that the hut that I was looking was full, and they suggested me to change the day, or change the trail. Since I didn’t have another day to climb, changed the trail is the only option.
There are 6 different trails offered by Sheipa national park website, most of them must be done in several days. After compared them with original plan (East Trail) I decided to take Zhijiayang Trail. I modified the itinerary plan, sent it once again to the official, and got a reply in the afternoon. The reply says that they accepted my itinerary plan and gave me suggestion to add more day in my itinerary since the distance that I have to cover, and no hut nor water in Zhijiayang Trail, it means 4 days 3 nights in their suggestion. Considering the time we had, and looking at the time necessary to finish my trail, I was thinking that 3 days 2 nights should be enough for us. Even though I never had any experience climbing with that much duration, I felt confidence with my ability and had prepared physical activity before it. Hence my itinerary :

Day 0 -> Zhongli (20.00) -> Yilan (23.00) stay a night(07.00) -> Wuling bus stop (10.15) -> Police Station (get a permit) -> Wuling bus stop (11.15) -> Huanshan Tribe (12.00)
Day 1 -> Huanshan Tribe 50min -> Songbo Farm 70min -> Trailhead 150min -> Sailiangjiou Campground 100min -> Piaodan Hut (establish tent, at 18.00)
Day 2 -> Piaodan Hut (04.30) 60min -> Jhihjiayang Mountain 200min -> former site of Syueshan Cabin 210min -> Main Peak of Xue Mountain 140min -> 369 Hut 195min -> Qika Hut
Day 3 -> Qika Hut 50min -> Trailhead of Xue Mountain -> Wuling Farm (14.00) -> Yilan (17.00) -> Zhongli (20.00)

Those time estimations came from sheipa Official website.

Day 0
departure from Zhongli, took King Bus to Taipei City hall, changed to Capital Star bus to Yilan, arrived there at 23.00 as planned. Sleeping and waiting bus’s departure to Wuling farm in the next morning.

Day 1
7.30 Departure from Yilan to Wuling Farm. 10.15 arrived, immediately went to the Wuling Police station. after a walk for about 1 kilometer i had a bad feeling about this trip. the map they provided to us was way underestimated. Wuling bus stop to police station was a few millimeter distance and yet I had to walk for more than 1 km and took almost 20 minutes. It means there’s no chance to catch another bus to Huanshan. The Police processed my paper a little longer than my expectation, he also questioned my itinerary to summit XueShan from Zhijiayang Trail nevertheless I convinced him and told him I had enough supply for this trip. Got the paper, went back to the bus top, arrived there at 11.10, and no bus to Huanshan until 14.10. So we decided to walk and try to find a ride to Huanshan. After several tries, there was a car stopped by, I asked him whether he headed to Yilan or Lishan, he didn’t answer my question and asked me back where we want to go. I answered Huanshan, a village located on the way to Lishan, and he let us enter his car. Twenty minutes later we arrived at Huanshan, after thanked him many times, we found out that he headed back Yilan. Ah, what a guy!

Wuling Visitor Center
Wuling Visitor Center

Continue reading “XueShan Summit 3886 masl Journal”