Gunungan Wayang, Catatan Pengajian Ultah MTYT

gunungan

Di era modern, wayang masih mendapatkan banyak tempat di negara kita. walaupun sudah tidak seperti ketika masa jaya2nya, kini wayang hanya dapat ditemukan di acara-acara hajatan keluarga (tentunya di masayarakat yang banyak menggemari wayang). Dulu di salah satu stasiun TV swasta tiap malam minggu, pernah ada pertunjukan wayang, dalangnya Ki Manteb Sudarsono yang sangat masyhur di Indonesia. Saya sendiri tidak terlalu menyukai wayang, kalaupun ada pertunjukan wayang, pasti rasa bosan akan menyerang. pernah 1 x tetangga mengadakan pertunjukan wayang untuk memeriahkan khitanan anaknya. coba lihat dari dekat, dari jauh, sama bosannya. Hingga ahad kemarin, di Taipei, ketika menghadiri tabligh akbar ultah MTYT (majelis yasin tahlil taipei), saya tertarik untuk mengetahui ceramah dari KH Abdul Rachim Spd. atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ki Joko Goro-goro. Beliau terkenal karena memadukan dakwah dan wayang. Tentunya banyak diantara kita yang sedikit banyak mengetahui bahwa Sunan Kalijogo juga menggunakan media wayang untuk menyampaikan dakwahnya.

Buat yang penasaran, bisa lihat-lihat di Youtube, sudah banyak yang upload ceramah-ceramah beliau. secara umum dari yang bisa saya tangkap selama 2 jam mendengarkan ceramahnya, beliau menggunakan wayang untuk menjelaskan filosofi-filosofi wayang, mulai dari dasamuka, yang berwajah menakutkan, hingga 4 punakawan seperti semar, petruk, gareng, lan bagong dalam kacamata Islam. dipadukan dengan ayat Alqur’an dan tausiyah yang menyentuh permasalahan sehari-hari.

Hanya saja, karena waktu yang terbatas, tidak semua wayang yang ditampilkan di panggung, mendapatkan porsi untuk dilakonkan. (kalo melihat wayang betulan, biasanya diadakan semalam suntuk, sementara ini hanya kurang lebih 2jam). Yang menarik, ketika saya mendekati gunungan wayang, karena pengen tahu seperti apa dari dekat, saya pun terperangah melihat gambar-gambar yang ada di gunungan tersebut.

gunungan

kalo kita perhatikan dengan detil, ada 4 macam gambar yang saya perbesar, ada bermacam-macam makhluk yang ada di gunungan tersebut. mulai dari hewan semacam banteng, dan harimau, gambar mitologi seperti setan (pojok kiri atas), hingga betorokolo (hantu dalam mitologi jawa kuno). saya tidak tau pasti apakah semua gunungan wayang bercorak demikian, ato hanya dalam pertunjukan ini saja, dan sayangnya tidak ada / belum ada kesempatan untuk mengbrol langsung dengan beliau. semoga ada kesempatan untuk berbincang mengenai hal ini nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s