Belajar Bahasa China (學中文)

我叫穆罕德 (Wǒ jiào mù hǎn dé)
這個多少錢 (Zhège duōshǎo qián)

sekelumit percakapan ketika belajar bahasa china di NCU lebih dari setahun lalu. ada keinginan lama untuk menulis tentang bagaimana belajar bahasa. setelah membaca note dari Prof. Fahmi Amhar, makin tertarik untuk menulisnya, lebih tepatnya berbagi pengalaman tentang belajar bahasa.

Menjadi menarik untuk dituliskan, mengingat sekarang sudah akhir semester ke-3 belajar bahasa china. Memang terbersit keinginan untuk mencari pengalaman kerja di Taiwan setelah lulus di sini, namun motivasi utama dari belajar semata-mata karena memenuhi motto blog saya yang saya canangkan bertahun-tahun lalu -__-. “Belajar Bahasa, Pintu Masuk dari Berbagai Macam Ilmu.” yep, saya ingin menguasai salah satu bahasa terbesar yang digunakan umat manusia abad 21. lebih jauh lagi, ingin meningkatkan kemampuan Dakwah Islam dengan belajar bahasa. mengingat kisah tersebarnya Islam melalui berbagai macam wasilah, salah satunya adalah melalui da’i-da’i yang sanggup berdakwah dengan bahasa setempat. Semakin menarik karena selain belajar bahasa china, saya juga berusaha mengembangkan kemampuan bahasa Inggris juga, tentunya karena bahasa tersebut merupakan satu-satunya bahasa yang saya kuasai ketika terbang meninggalkan negeri. Ok, begini ceritanya !!!!

Awal belajar bahasa, mencoba mengerti basic bahasa China. Mulai belajar 4 nada dalam satu kata, mirip-mirip belajar do-re-mi, mengingat salah nada berarti salah arti ==’, sedikit mirip-mirip ketika belajar bahasa Arab, berupa ketukan / panjang – pendek sebuah kata. Masih dirasa mudah, hanya 4 nada hehe, entah pronouncenya, yang jelas pede aja. kemudian mulai belajar dialog, seperti baris kalimat di awal tulisan. “Namaku Muhammad”, lanjut lagi belajar bertanya harga barang “Ini harganya berapa?”, ah asik juga.

contoh 1 kata dengan nada beda

機 (Jī) = mesin
及 (Jí) = dan
幾 (Jǐ) = beberapa
計 (Jì) = menghitung

Keluar kelas, praktik di toko-toko sekitar kampus. lumayan… Masih banyak fokus pada dialog sederhana dalam berbagai situasi dan pengenalan kosakata-kosakata china. easy go…

lanjut semester dua, mulai dikenalkan pada gramar dan pengenalan karakter china. walaupun semester satu sudah dikenalkan, namun masih bersifat optional, dan 老師 (Lǎoshī / guru) juga banyak menggunakan huruf-huruf pinyin untuk membantu membaca. di sini belajar mulai berasa complicated. Tidak seperti bahasa lain yang mengandalkan susunan kosakata dalam membentuk kalimat, bahasa ini memiliki keunikan berupa potongan suku kata (meminjam istilah bahasa Indonesia) yang boleh jadi memiliki arti jika berdiri sendiri maupun disandingkan dengan suku kata lain. seperti kata 大 (Dà) jika diartikan sendiri berarti besar, kata 家 (Jiā) berarti rumah, namun jika digunakan bersamaan 大家(DàJiā) berarti orang-orang. nah, mulailah belajar mengerti kalimat, dalam konteks penggunaan kata. karena jika diartikan sepotong-potong, tidak akan memilik arti sesuai maksud pembicara. jadinya mau-tak mau, mulailah proses menghafal dan mengerti kosakata, lengkap dengan bagaimana penulisannya..

Mulai mengerti bahwa Tulisan China, ada yang sederhana / simplified, ada juga yang traditional. Tiap kata terdiri dari stroke / coretan, jumlah coretan lebih sedikit  dalam versi simplified, tentunya lebiih banyak di versi traditional. selain itu, tulisan china tidak mengenal alphabet seperti di huruf latin, atau huruf hijaiyah di huruf arab, sehingga semua kosa kata memiliki coretan-coretan khas tersendiri. jadi alphabet china, adalah coretan free style. tak ada bakunya, hanya mengenal radix / dasar huruf, selebihnya tergantung seberapa kuat hafalan, dan seberapa cerdas untuk membedakan tiap-tiap huruf.

Contoh stroke traditional 學(Xué/belajar) terdiri dari setidaknya 14 coretan :O, tenang itu masih belum seberapa ;). sementara stroke simplified 学 (Xué/belajar) terdiri dari 7 coretan. tentunya lebih mudah untuk dihafal.

Tulisan China di Taiwan pada umumnya ditulis dengan stroke traditional, sedangkan di Mainland / China daratan, mulai banyak digunakan stroke simplified. Bisa dibilang, belajar di Taiwan, lebih original dari segi tulisan. tentunya lebih susah, untuk hafal dan mengenalinya saja butuh banyak waktu, lebih-lebih menghafal cara menulisnya X_X.

Contoh :

stroke

perhatikan kata-kata yang saya lingkari (merah dan kuning), untuk kata 學(Xué/belajar) tadi setidaknya memiliki 6 saudara, bagi orang awam seperti saya, sudah berasa mirip. padahal, butuh setidaknya menghafal 2000 karakter dan mengerti kontexnya untuk bisa mengerti makna dari sebuah tulisan di surat kabar!!!

Lanjut lagi, sebagaimana yang saya paparkan di awal, tiap suku kata memiliki 4 tone, dan boleh jadi kita menemui kata-kata, dengan pelafalan yang sama, dan tone yang sama, tapi beda arti. 是 (adalah),市 (kota) ,視 (salam), 式 (gaya/style) semua dibaca sama Shì, :O, berasa too much? padahal satu kata Shì tadi memiliki 14 lebih arti, dan saya baru contohkan 4 :).

itu tadi sekilas mengenai kosa kata, belum lagi pengenalan grammar, jika kosakata-kosakata tadi kita susun seenak sendiri, dijamin, orang sini bisa salah faham. lebih-lebih semester ke – 3 ini, banyak……. sekali drillling grammar. hufff….. memang butuh kerja keras.

Bukan bermaksud menakut-nakuti, atau mau mengatakan belajar bahasa CHina itu susah. buktinya banyak mbak-mbak dan mas-mas TKI yang fasih berbahasa china. walaupun secara grammar saya rasakan belum tepat, toh bagi lawan bicara sudah dirasa cukup untuk mengerti. Bedanya, kebanyakan mereka tidak bisa membaca huruf china, apalagi menulis. jadinya saya sering diminta tolong untuk membuat surat-surat. walaupun pada prakteknya, saya juga meminta tolong ke teman-teman Taiwan, dan lebih sering lagi minta tolong pada Mas Chipta (Muslim Indonesia, keturunan China yang sedang bekerja di sini).

selama study di sini, sekalipun banyak berteman dengan orang Taiwan, kebanyakan dialog menggunakan bahasa inggris. latihan dialog china lebih banyak saya lakukan jika melakukan jual beli. baik secara langsung, maupun tidak langsung melalui tulisan / email di situs-situs jual beli online. jadinya saya merasa bahasa china saya tidak terlalu berkembang, agak susah memang, tapi tetap tidak mengurangi semangat untuk belajar. semester depan insha Allah akan mengambil kelas china ke 4. atau kelas china level C untuk kedua kalinya (mengulang ;))

加油 Jiāyóu

Advertisements

One thought on “Belajar Bahasa China (學中文)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s